No Title

Tanpa Judul

  • Support System Marketing Online


    Masukkan Code ini K1-F9DD5D-C
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
    Proactol





    UniqueHoodia

    PenisHealth

    MoreNiche

    SizeGenetics

  • Buy Your Wordpress E-commerce Theme. Buy Now

  • RSS Freelance Programmer

    • Cv en ingles by jdiegoquintero75 September 23, 2017
      Hola necesito crear un CV para llevar a Londres (Budget: £10 - £20 GBP, Jobs: Translation)
    • Design project by eralamtauhid September 23, 2017
      I need a logo designed. Clothing brand (Budget: $250 - $750 USD, Jobs: Graphic Design, Logo Design)
    • programmer by lucascssp September 23, 2017
      I would to develop a software ( site + app ) to find workers online with comments and so on. (Budget: $10 - $30 USD, Jobs: Coding, WordPress)
    • do SEO my Website by kaliyakhan September 23, 2017
      do SEO my Website do SEO my Website (Budget: $30 - $250 USD, Jobs: Bulk Marketing, Internet Marketing, Link Building, Marketing, SEO)
    • find who owns a domain by josephhaymore September 23, 2017
      i need someone to find who owns a certain domain and be able to figure out who owns it even though it is listed under the domain of godaddy-domains by proxy LLC (Budget: $10 - $30 USD, Jobs: Internet Research)
    • Data entry of PDF to Excel by eliotjacobs September 23, 2017
      I need someone to do data entry and convert the attached file to an excel spreadsheet: https://www.dropbox.com/s/jzj72706dqm3h42/2016-01-10-yearendsummary-3525.pdf?dl=0 The excel spreadsheet should... (Budget: $10 - $30 USD, Jobs: Data Entry, Excel, PDF)
    • Color Collaboration by sethdavey September 23, 2017
      I have conceptual sketches that I'd like to have painted by a different conceptual artist. This collaboration will provide good teaching opportunities about the differences of style, lighting, and color... (Budget: $30 - $250 USD, Jobs: Painting)
    • CC Statement Data Entry by ravichavada September 23, 2017
      I need someone to do data entry and convert the attached file to an excel spreadsheet: https://www.dropbox.com/s/jzj72706dqm3h42/2016-01-10-yearendsummary-3525.pdf?dl=0 The excel spreadsheet should... (Budget: $750 - $1500 USD, Jobs: Data Entry, Excel, PDF)
    • email marketing expert required for 60k by sunmoon25 September 23, 2017
      I will start an email marketing project. I need highy expert who will ensure 90% inbox rating. I have 60k email. Place your bid with your system you will work. Write "EMAIL" first so that I understand you read the project... (Budget: $2 - $8 USD, Jobs: Email Marketing, Internet Marketing, Mailchimp, Marketing, SEO)
    • Create/Manage a PPC Campaign -- 2 by drtomsct September 23, 2017
      more targeted installs for my app (Budget: $10 - $30 USD, Jobs: Google Adwords, Internet Marketing)
  • Berlangganan

Posts Tagged ‘Motivasi’

Kekayaan, Kebahagiaan – Cerita Motivasi | Artikel Motivasi | Kata Bijak | Motivasi

Posted by d3nba6u53 pada April 19, 2011

Kekayaan, Kebahagiaan – Cerita Motivasi | Artikel Motivasi | Kata Bijak | Motivasi.

Nice artikel …..!

Monggo di sedot bagi yang berminat.

Iklan

Posted in Andrie Wongso, Lives | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Sebuah Cerita untuk Kita Renungkan ‘Sayangi Ortu’

Posted by d3nba6u53 pada November 19, 2008

“Cerita Pohon Apel dan Anak Laki-Laki”

Ingatlah selalu orang tua kita, seberapa besar pengorbanan mereka untuk hidup kita, ketika masih dalam kandungan sampai kita besar, bahkan setelah kita punya keluarga sendiri terkadang kita masih mengganggu orantua kita. Sayangilah orang tua. Jangan pernah membentak dan menelantarkan mereka. Semoga kedamaian dan kebahagiaan selalu bersama keluarga kita. Amin.


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Lives | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

PEMANCING CILIK

Posted by d3nba6u53 pada Oktober 29, 2008

PEMANCING CILIK

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. “Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti,” kata si paman ramah.

“Tidak, terima kasih Paman,” jawab si anak.

“Lo, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?”

“Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?” tanya si anak penuh harap.

“Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?”

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup… kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.

Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, “Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?”

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. “Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai.”

Pembaca yang budiman,

Sama seperti dalam kehidupan ini, sebenarnya untuk meraih kesuksesan kita tidak membutuhkan teori-teori yang rumit, semua sederhana saja, Sepanjang kita tahu apa yang kita mau, dan kemudian mampu memaksimalkan potensi yang kita miliki sebagai modal, terutama dengan menggali kelebihan dan mengasah bakat kita, maka kita akan bisa mencapai apa yang kita impikan dan cita-citakan. Apalagi, jika semua hal tersebut kita kerjakan dengan senang hati dan penuh kesungguhan.

Dengan mampu mematangkan kelebihan-kelebihan kita secara konsisten, maka sebenarnya kita sedang memupuk diri kita untuk menjadi ahli di bidang yang kita kuasai. Sehingga, dengan profesionalisme yang kita miliki, apa yang kita perjuangkan pasti akan membuahkan hasil yang paling memuaskan.

Salam sukses, luar biasa!!!
Andrie Wongso

Posted in Andrie Wongso | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »