No Title

Tanpa Judul

Posts Tagged ‘kasih sayang’

Kisah Kasih Tulus Si Bocah Polos – Cerita Motivasi | Artikel Motivasi | Kata Bijak | Motivasi

Posted by d3nba6u53 pada Juli 27, 2011

 

 

Kisah Kasih Tulus Si Bocah Polos – Cerita Motivasi | Artikel Motivasi | Kata Bijak | Motivasi.

Sarapan pagi menjelang siang.

 

Iklan

Posted in Andrie Wongso, Cinta, Lives | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Rumah, Sunyi, Motivasi

Posted by d3nba6u53 pada Mei 6, 2011

Lakukan semua dengan cinta. Berikan semua dengan kasih nyata. Maka hidup kita akan dipenuhi rasa bahagia!

Posted in Andrie Wongso, Cinta, Lives | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Sebuah Cerita untuk Kita Renungkan ‘Sayangi Ortu’

Posted by d3nba6u53 pada November 19, 2008

“Cerita Pohon Apel dan Anak Laki-Laki”

Ingatlah selalu orang tua kita, seberapa besar pengorbanan mereka untuk hidup kita, ketika masih dalam kandungan sampai kita besar, bahkan setelah kita punya keluarga sendiri terkadang kita masih mengganggu orantua kita. Sayangilah orang tua. Jangan pernah membentak dan menelantarkan mereka. Semoga kedamaian dan kebahagiaan selalu bersama keluarga kita. Amin.


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Lives | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »