No Title

Tanpa Judul

  • Support System Marketing Online


    Masukkan Code ini K1-F9DD5D-C
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
    Proactol





    UniqueHoodia

    PenisHealth

    MoreNiche

    SizeGenetics

  • Buy Your Wordpress E-commerce Theme. Buy Now

  • RSS Freelance Programmer

    • Web development by sravan1007 Juli 22, 2017
      I need a new website. I need you to design and build my online store. This is an online self driving cars website looking up for a good work on this (Budget: $250 - $750 USD, Jobs: Graphic Design, PHP, Website Design)
    • Debug ML Checkout app by worldmodern Juli 22, 2017
      Help with Adroid app debugging (Budget: $15 - $25 USD, Jobs: Android)
    • Need Help Signing my Application for Deployment by jmendezvw Juli 22, 2017
      I have a code signing certificate under my company name, and I need help signing my application. Please check the attached picture showing the error I get when I try to sign the assembly in C# Visual Studio 2015... (Budget: $10 - $30 USD, Jobs: C# Programming, Software Architecture)
    • Project for Sourabhg98 by gtmel85 Juli 22, 2017
      I have a excel file with existing vba code, but I need some changes to it for fit my needs. I attached file here please have a look. Here is my requirement: Once you open the attached file -> Go to the sheet: KANIFUMI KAMABOKO VN-2... (Budget: $10 - $30 USD, Jobs: Excel)
    • Business Card & Logo Design by sathyam23 Juli 22, 2017
      Bhagawan Foundation: - Bhagawan Foundation is a Non-Profit NGO that deals with charitable activities related to the social, educational, medical, environmental and spiritual well being of local, rural and urban communities... (Budget: ₹600 - ₹1500 INR, Jobs: Business Cards, Design, Graphic Design, Logo Design)
    • Design some Business Cards I need small watercolour pictures for the bottom of wedding invites/information cards by fxasmat Juli 22, 2017
      I am getting married in Italy next year and would like to include some information cards with my wedding invitations. The cards I want to include are: Ceremony details, Reception details, Accommodation details, flight details... (Budget: $10 - $30 USD, Jobs: Business Cards, Graphic Design, Weddings)
    • Copy a landing page to my site by Maged2015 Juli 22, 2017
      I need a good landing page that converts for adult offers or to Copy a landing page to my site (Budget: $10 - $30 USD, Jobs: HTML, PSD to HTML, Website Design)
    • I would like to hire an Illustrator by charlottew1990 Juli 22, 2017
      I have wrote a children's book about a painter who paints the city regularly but becomes dissatisfied. So, she goes to the Arctic to paint the Northern Lights. I need a front cover for my book and depending... (Budget: £20 - £250 GBP, Jobs: Book Artist, Illustration, Illustrator, Photoshop)
    • I would like to hire a .NET Developer by Eddy2761 Juli 22, 2017
      software (Budget: $30 - $250 USD, Jobs: .NET, ASP, PHP, Software Development)
    • Give my shopify store some features by nafeeznaqib Juli 22, 2017
      I have 3 new features i would like to add to my shopify store. Number one, a mega menu for my store. 2, a quick view/ buy button when hovering over an item outside the product page, and 3, adding a zoom in feature when hovering over images in the product page and in the quick view tab... (Budget: $12 - $30 SGD, Jobs: CSS, HTML, Javascript, Shopify, Shopify T […]
  • Berlangganan

Archive for Maret, 2008

Tiwas ucul, bul…

Posted by d3nba6u53 pada Maret 29, 2008

Jon Koplo, guru sebuah SMP Negeri di daerah Sawit, Boyolali, beberapa waktu lalu mendapat undangan resepsi pernikahan teman seprofesi di Kota Klaten. Lelaki asal Desa Biru, Wonosari, Klaten itu pun berangkat njagong bersama sang isteri tercinta, Gendhuk Nicole, dengan mengendarai sepeda motor.
Ketika akan memasuki Delanggu, ndilalah ada cegatan motor. Awalnya, Koplo yakin bisa lolos dari mokmen itu karena merasa surat-suratnya lengkap. Namun pada saat tangannya meraba saku kantong celana…
”Wadhuh, cilaka…! Dhompetku keri…” batin Koplo kaget. Namun ia sengaja diam tanpa memberitahu isterinya biar tidak panik.
Melihat suasana razia yang untek-untekan, cuaca panas dan panjangnya antrean kendaraan yang akan diperiksa membuat Gendhuk Nicole tidak betah duduk di atas sadel motor. Maka, tanpa minta izin sang suami, ia turun dan bermaksud mencari tempat berteduh. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba… mak wreeenggg…! Nicole mendengar deru sepeda motor suaminya. Dilihatnya sang suami sudah njranthal pergi meninggalkan tempat itu.
”Eh, Pak…! Paaak…! Poaaa…k!” Nicole mbengok sak kayange, tapi teriakan itu tak sampai di kuping Koplo.
”Sampun, Bu. Mangga, pinarak rumiyin. Sekedhap malih Bapak rak enggal rawuh,” ujar salah seorang petugas bernama Tom Gembus sambil menyodorkan kursi kepada Nicole seraya mengajak masuk ke pos polisi. Nicole gelagapan, salah tingkah dan tentu merasa malu karena telah menjadi pusat perhatian banyak orang.
Sementara itu, merasa berhasil ucul dari mokmen, Koplo yang masih memacu motornya itu pun mencoba berbicara kepada isterinya.
”Ra sida kena mokmen, Bune. Lumayan, dari pada mbayar polisi, mending dhuwite nggo jajan,” katanya bangga. Namun setelah berulang kali bicara tak pernah mendapat jawaban, Koplo pun lantas menoleh ke belakang dan… badalaaa…!!! Ternyata, yang diboncengkan tidak ada!
Tak ayal, Koplo segera memutuskan balik kanan untuk mencari isterinya yang kececer di mokmenan tadi.
”Wah, sida kena Tilang tenan, Cah!” gerutu Koplo.
Dan bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya, Saudara-saudara? Sambutan meriah para petugas polisi pun mengiringi kehadiran lakon kita itu. ”Mangga-mangga, Pak, kok sajak badhe mapak keng garwa nggih?” ujar Tom Gembus dengan ramahnya.
Koplo cuma bisa pringas-pringis rupane kecut. – Kiriman Budi Harjanto SH, Jl Tri Busono No 9 Randusari RT 02/RW 16 Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

from http://www.solopos.co.id

Posted in Jon Koplo Soloraya | Leave a Comment »

Sampai Puas

Posted by d3nba6u53 pada Maret 26, 2008

Korban iklan.

Operator Seluler XL menawarkan paket bicara Rp. 600,- sampai puas ke semua jenis operator. Kalau bisa puas berarti kawin sama kambing. Kebetulan aku yang juga korban iklan neh he..he.. penasaran pingin nyoba. Beli perdana Rp. 10.000 buat telp istri tercinta he..he…!Setelah speak sana speak sini, aku cek ternyata 2 menit aku speak2 sama Istri aku cek habis berapa?Tahukah kawan aku habis berapa!

Habis Rp. 3000,- Inipun aku GAK PUAS, padahal iklannya mengatakan Rp. 600,- sudah PUAS, ternyata

aku yang habis Rp. 3000,- gak PUAS-PUAS… Aku lebih puas sama ****** sendiri he..he…!

Siapakah yang salah?Yang pasang iklan atau yang kemakan iklan?

Yah namanya Iklan, gimana caranya untung ya gak bro!

salam damai

d3nba6u53

Posted in MyLife | Dengan kaitkata: , , , , | 1 Comment »

Orang Kaya dan Orang Miskin

Posted by d3nba6u53 pada Maret 26, 2008

Sering kita berpikir bahkan banyak orang yang memikirkan saat ini
Banyak “Orang kaya yang semakin kaya dan Orang miskin semakin miskin”.  Kenapa yah? Karena orang kaya akan berpikir bagaimana cara menambah kekayaan mereka sedangkan orang miskin selalu berpikir tentang kemiskinananya, mengeluh dan tidak pernah berpikir bagiamana untuk menjadi kaya, bagaimana lari dari jurang kemiskinan.

salam damai

d3nba6u53

Posted in Lives | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Pamer kekuatan

Posted by d3nba6u53 pada Maret 26, 2008

 
  Sepulang diajak meeting di luar kota oleh bosnya yang bernama Tom Gembus, Jon Koplo, karyawan bagian pemasaran sebuah perusahaan ekspedisi di Kota Bengawan ini disuruh pegang kemudi mobil Pak Gembus.
Dengan ditemani Lady Cempluk, rekannya, mobil pun meluncur kembali menuju ke tempat kerja.
”Kita mampir ke tempat cuci mobil dulu Plo, sekalian istirahat,” perintah Pak Gembus menyadari mobilnya sudah gluprut oleh debu.
Sampai di tempat pencucian mobil, mereka harus bersabar karena harus ngantri dulu. Mereka pun turun dan menyerahkan kunci mobil kepada petugas pencucian mobil, kemudian menuju ke warung di samping tempat cuci mobil itu.
Di warung, Koplo sengaja mengambil tempat duduk yang langsung bisa melihat mobil-mobil yang sedang dicuci agar nanti bisa mengawasi mobil bosnya. Sementara itu Tom Gembus dan Lady Cempluk mengambil tempat di depan Koplo. Sambil menikmati makanan di hadapannya, Koplo dengan leluasa bisa memperhatikan mobilnya.
Akhirnya mobil Pak Gembus mendapatkan giliran untuk dicuci. Tampak sebelum mobil naik ke tempat pencucian, mobil yang sudah dicuci diturunkan terlebih dulu. Jon Koplo melihat mobil yang di tempat pencucian meluncur turun perlahan-lahan, sementara mobilnya tidak jauh berada di belakangnya. Koplo berpikir, mobil tersebut meluncur sendiri ke belakang. Takut akan menabrak mobil bosnya, Koplo pun cancut taliwanda. Bak Superman, mak brabat, Koplo lari ke belakang mobil yang mau turun tadi dan dengan sekuat tenaga mencoba menahan laju mobil tersebut. Semua orang yang ada di tempat itu pun terkejut dengan tingkah Jon Koplo.
”Pak… Pak…!!! Tolong mobilnya mlorot sendiri. Nanti kalau nabrak mobil saya gimana?” teriak Koplo masih dalam posisi menahan mobil yang mau turun itu.
Salah satu tukang cuci mobil yang tak jauh dari tempat Koplo pamer kekuatan itu berteriak, ”Mas, sampeyan minggir-a! Mobil ini mau turun!”
”Minggir piye! Nanti kalau nabrak mobil saya apa sampeyan mau ngganti?” teriak Koplo rada mangkel.

”Mas, mobil itu sudah ada sopirnya. Ia sudah biasa menurunkan mobil,” kata tukang cuci mobil mencoba menjelaskan.
”Lho, ada sopirnya ta?” Koplo tampak kebingungan.
”Iya, Mas. Mobil itu mau diturunkan dan mobil Sampeyan mau dinaikkan untuk dicuci,” terang tukang cuci mobil itu.
Menyadari duduk persoalannya, meledaklah tawa seisi tempat cucian mobil itu. Tak terkecuali Tom Gembus dan Lady Cempluk yang masih nongkrong di warung. – Kiriman Mahani, Semanggi RT 01/RW 14, Pasar Kliwon, Solo.

from http://www.solopos.co.id

Posted in Jon Koplo Soloraya | Leave a Comment »

Endi lor endi kidul

Posted by d3nba6u53 pada Maret 25, 2008

 
  Jon Koplo merupakan mahasiswa baru universitas markotop di Kota Solo. Karena sifatnya yang ramah tamah dan cuek bebek, meski baru saja masuk kuliah, Koplo sudah mempunyai banyak teman, di antaranya adalah Tom Gembus yang berasal dari Kota Lumpur Sidoarjo.
Namun meski sudah akrab Koplo belum pernah sekali pun bertandang ke tempat kos Gembus.
Nah, pada suatu hari Koplo bermaksud main ke tempat kos sohibnya itu. Sayangnya, pas ia datang Gembus buru-buru mau pergi karena ada suatu urusan.
”Aku cuma sebentar kok, Plo. Tunggu saja di kamarku. Nggak tak kunci kok,” ujar Gembus.
”Tapi aku belum tahu kamarmu yang mana?” tanya Koplo.
”Sing paling kidul dhewe,” jawab Gembus sambil pergi dengan motornya.
Sayangnya, di tempat itu Koplo tidak tahu arah. Ia jadi bingung kaya enthung, endi lor endi kidul. Sampai di kamar paling pojok, Koplo melihat di pintu kamar itu ada stiker tokoh kartun kesayangan Gembus. Koplo pun langsung ndudul pintu kamar dan terbuka.
Dengan santainya Koplo langsung nglekar di kamar itu sambil baca-baca. Bosan menunggu Gembus, Koplo pun menyalakan televisi sambil nyomak-nyamuk makan camilan yang tersedia di situ. Tiba-tiba mak bedhungus, seorang laki-laki tak dikenal masuk di kamar itu.
”Heh, siapa kamu, masuk kamar tanpa izin?!” tanya orang itu.
”Lha Mas-nya ini siapa? Wong aku sudah izin sama pemiliknya kok,” kilah Koplo.
”He, Mas… Yang punya kamar ini aku. Kamu izin sama siapa?” tanya orang itu dengan nada mangkel.
”Tom Gembus,” jawab Koplo singkat.
”Kamar Gembus di pojok selatan itu lho!” kata orang itu menjelaskan sambil menunjuk ke arah kamar Gembus.
Merasa bersalah, Koplo segera minta maaf dan langsung menuju ke kamar Gembus yang sebenarnya.
Setelah Gembus pulang, Koplo pun bercerita dan disambut ketawa ngakak Tom Gembus.
”Makanya kalau belum tahu tanya dulu, jangan asal nyelonong saja,” tegur Gembus. – Kiriman Sukastiyem, Gumunggung RT 01/RW 02 Gilingan Banjarsari, Solo.

from http://www.solopos.co.id

Posted in Jon Koplo Soloraya | Leave a Comment »

Nilainya Melebihi Satu Milyar Rupiah

Posted by d3nba6u53 pada Maret 22, 2008

Dikisahkan tentang sepasang suami istri yang baru saja menikah. Awalnya kehidupan rumah tangga mereka harmonis. Tetapi tuntutan kebutuhan rumah tangga semakin besar, sementara si istri belum dapat menyiasati sumber penghasilan suaminya yang tak seberapa. Tak ayal si istri menjadi kalang kabut sehingga ia selalu merasa kurang puas.

Buntutnya keadaan tersebut memicu kebiasaan si istri setiap hari selalu mengeluh dan menuntut suaminya memenuhi semua kebutuhan, dari mulai rumah, mobil, dan fasilitas lainnya senilai satu milyar rupiah. Sedangkan sang suami benar-benar dibuat stres. “Bagaimana mungkin? Penghasilanku kan hanya segitu!” guman sang suami. Lebih parah lagi, di tengah tekanan tersebut, ia sama sekali tidak berhasil memberikan pengertian kepada sang istri.

Suatu ketika mereka berdua berkunjung ke rumah sakit menjenguk salah seorang rekan si istri yang tergolek lemah terserang penyakit ganas. Rekan si istri tersebut menceritakan bahwa ia selama ini sering lupa makan, kurang istirahat, dan melakukan pola hidup yang salah. Kejadian itu memberikan seberkas ide bagi sang suami untuk memberikan sedikit pengertian kepada istrinya tercinta.

Dalam perjalanan pulang, sang suami memecah keheningan. Ia bertanya kepada istrinya, “Jika saya memberikan kamu uang 1 milyar, tetapi syaratnya kamu harus sakit seperti temanmu tadi, apakah kamu mau?”

“Tidak!” tukas istrinya.

Dua hari kemudian, mereka berjalan-jalan melewati sebuah bungalow yang sejuk dan cantik. Tak lama kemudian muncul sepasang manula dari bungalow tersebut. “Ini kesempatan aku mengetuk hati istriku,” pikir si suami. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia segera mengajukan sebuah pertanyaan kepada istrinya, “Jika sekarang kamu bisa memiliki sebuah bungalow seperti itu, tapi seketika kamu menjadi tua seperti orang tua tadi, apakah kamu mau?”

“Tidak !” ucap istrinya agak kesal.

Tak lama setelah kejadian tersebut, terjadi perampokan besar di sebuah Bank ternama di kota yang mereka tinggali. Bank tersebut hampir saja menderita kerugian 1 trilyun rupiah, kalau saja aksi perampok tersebut tak berhasil digagalkan. Berita tentang salah seorang perampok mati tertembak dengan cepat tersiar di seluruh kota.

Pasangan suami istri tersebut mendengar tentang berita perampokan Bank dari siaran di televisi. Ketika si istri serius memperhatikan kelanjutan berita perampokan tersebut, si suami tergelitik untuk bertanya kepada istrinya. “Kalau kamu diberi uang satu milyar, tapi kamu mesti menjalani hukuman mati, apakah kamu mau,” celetuk sang suami memecah keheningan.

Kontan sang istri tersulut emosinya. “Omong kosong apa kamu! Diberi bukit emaspun aku tidak mau!” sergahnya kepada sang suami.

Mendengar ucapan istrinya, sang suami tersenyum riang. Ia merasa senang, karena hampir berhasil membawa istrinya pada pemikiran yang benar. “Apakah kamu sekarang sudah menyadari dan merasakan bahwa kita sebenarnya sangat kaya! Kita memiliki kesehatan, masa muda dan nyawa,” kata suaminya.

Ia melanjutkan, “Kekayaan yang sudah aku sebutkan tadi jauh lebih besar dari uang 1 milyar rupiah! Bukankah kita masih memiliki sepasang tangan untuk memperjuangkan masa depan dan nasib kita?”

Kata-kata suaminya benar-benar membuat wanita itu terpaku. Ia baru sadar selama ini sudah bertindak bodoh, karena tidak mensyukuri anugrah yang telah ia nikmati setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik. Sejak saat itu hatinya mulai terbuka pada masukan baru yang positif dan senantiasa memperbaiki diri supaya menjadi istri yang lebih baik.

Posted in Lives | Dengan kaitkata: , , , , , , | 1 Comment »