Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada April 7, 2009
Hari ini aku rasa penasaranku menjadi bertambah, berapa sih kira-kira jumlah pendukungnya (grup facebook ini). Hari ini aku sangat berharap sekali pengunjungnya sampai > 100rbu, jadi daripada penasaran langung saja tancap menuju TKP. Ternyata waktu di load kok redirect ke page-ku sendiri, kenapa ya? Coba lagi beberapa saat, ternyata sama saja. Wah sepertinya bener neh grup-nya ditutup. Akhirnya googling deh, setelah browsing kesana-kemari nemuin blognya pak Ryoseba, disitu ada yang komentar “Di jam 9 malam tadi gw cek sih dah nembus di angka 91.000 gitu tapi skarang Grup Say “NO!!!” to Megawati kayaknya dah di tutup ga bisa dibuka lagi.“
Yah gagal deh lihat jumlah yang fantastis. Kenapa ya ditutup? Pendukung Mega Marah ya? Kalau iya, Ehm tenryata, dijelek-jelekkan itu gak enak dan bikin marah, tapi kenapa suka menjelek-jelekkan orang lain ya? Au ah …. namanya juga Politik.
Ditulis dalam Lain-lain | Bertanda: facebook, kampanye, megawati, pdip, pemilu, say no to mega, tutup | 1 Komentar »
Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada April 6, 2009
Saat ini baru heboh tentang grup di facebook yaitu say no to mega, para dedengkot pdip pada kebakaran jenggot, marah-marah. Banyak sekali pemberitaan tentang grup ini seperti di detik yang katanya pembuat Say no to Mega bisa dipenjara 1 tahun dan denda 24 juta, mudah dideteksi, Mega dan Prabowo di hujat, SBY disanjung.
Ternyata muncul grup-grup lain yang mirip, seperti say no to Prabowo, Say No to SBY, say no To SBY-JK, say yes to lainnya, ada juga yang Say Yes To SBY.
Kecepatan naiknya jumlah suporter sangata fantastis, SAY NO TO MEGA menduduki peringkat pertama jam 11.35 sebanyak 68.314 suporter, 1 jam setelahnya kira2 jam 12.51 sebanyak 72.211 suporter, kemudian di ikuti grup Say No To Prabowo, grup ini jumlah suporternya juga naik dengan cepat, dan disusul lainnya, penasaran?lihat saja sendiri yah.
Mungkinkah ini rasa kesal dari pengguna internet yang rata-rata sudah melek mana yan gbaik dan buruk, kamapanye kok bisanya cuma menjelek-jelekan orang lain. Tapi sayang di pelosok desa sana masih banyak orang kolot, perlu pendidkan moral bukan pendidikan sendiko dawuh ala kerajaan. Demokrasi bebas mengeluarkan pendapat yang berbeda bukannya di tentang ketika berbeda pendapat.
Semoga Indonesia Tetep Jaya …MERDEKA…..!
Ditulis dalam MyLife | Leave a Comment »