Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada Maret 26, 2008
Korban iklan.
Operator Seluler XL menawarkan paket bicara Rp. 600,- sampai puas ke semua jenis operator. Kalau bisa puas berarti kawin sama kambing. Kebetulan aku yang juga korban iklan neh he..he.. penasaran pingin nyoba. Beli perdana Rp. 10.000 buat telp istri tercinta he..he…!Setelah speak sana speak sini, aku cek ternyata 2 menit aku speak2 sama Istri aku cek habis berapa?Tahukah kawan aku habis berapa!
Habis Rp. 3000,- Inipun aku GAK PUAS, padahal iklannya mengatakan Rp. 600,- sudah PUAS, ternyata
aku yang habis Rp. 3000,- gak PUAS-PUAS… Aku lebih puas sama ****** sendiri he..he…!
Siapakah yang salah?Yang pasang iklan atau yang kemakan iklan?
Yah namanya Iklan, gimana caranya untung ya gak bro!
salam damai
d3nba6u53
Ditulis dalam MyLife | Bertanda: detik, sampai puas, seluler, tarif, xl | 1 Komentar »
Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada Maret 26, 2008
Sering kita berpikir bahkan banyak orang yang memikirkan saat ini
Banyak “Orang kaya yang semakin kaya dan Orang miskin semakin miskin”. Kenapa yah? Karena orang kaya akan berpikir bagaimana cara menambah kekayaan mereka sedangkan orang miskin selalu berpikir tentang kemiskinananya, mengeluh dan tidak pernah berpikir bagiamana untuk menjadi kaya, bagaimana lari dari jurang kemiskinan.
salam damai
d3nba6u53
Ditulis dalam Lives | Bertanda: kaya, miskin | Leave a Comment »
Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada Maret 26, 2008
| |
Sepulang diajak meeting di luar kota oleh bosnya yang bernama Tom Gembus, Jon Koplo, karyawan bagian pemasaran sebuah perusahaan ekspedisi di Kota Bengawan ini disuruh pegang kemudi mobil Pak Gembus.
|
Dengan ditemani Lady Cempluk, rekannya, mobil pun meluncur kembali menuju ke tempat kerja.
”Kita mampir ke tempat cuci mobil dulu Plo, sekalian istirahat,” perintah Pak Gembus menyadari mobilnya sudah gluprut oleh debu.
Sampai di tempat pencucian mobil, mereka harus bersabar karena harus ngantri dulu. Mereka pun turun dan menyerahkan kunci mobil kepada petugas pencucian mobil, kemudian menuju ke warung di samping tempat cuci mobil itu.
Di warung, Koplo sengaja mengambil tempat duduk yang langsung bisa melihat mobil-mobil yang sedang dicuci agar nanti bisa mengawasi mobil bosnya. Sementara itu Tom Gembus dan Lady Cempluk mengambil tempat di depan Koplo. Sambil menikmati makanan di hadapannya, Koplo dengan leluasa bisa memperhatikan mobilnya.
Akhirnya mobil Pak Gembus mendapatkan giliran untuk dicuci. Tampak sebelum mobil naik ke tempat pencucian, mobil yang sudah dicuci diturunkan terlebih dulu. Jon Koplo melihat mobil yang di tempat pencucian meluncur turun perlahan-lahan, sementara mobilnya tidak jauh berada di belakangnya. Koplo berpikir, mobil tersebut meluncur sendiri ke belakang. Takut akan menabrak mobil bosnya, Koplo pun cancut taliwanda. Bak Superman, mak brabat, Koplo lari ke belakang mobil yang mau turun tadi dan dengan sekuat tenaga mencoba menahan laju mobil tersebut. Semua orang yang ada di tempat itu pun terkejut dengan tingkah Jon Koplo.
”Pak… Pak…!!! Tolong mobilnya mlorot sendiri. Nanti kalau nabrak mobil saya gimana?” teriak Koplo masih dalam posisi menahan mobil yang mau turun itu.
Salah satu tukang cuci mobil yang tak jauh dari tempat Koplo pamer kekuatan itu berteriak, ”Mas, sampeyan minggir-a! Mobil ini mau turun!”
”Minggir piye! Nanti kalau nabrak mobil saya apa sampeyan mau ngganti?” teriak Koplo rada mangkel.
”Mas, mobil itu sudah ada sopirnya. Ia sudah biasa menurunkan mobil,” kata tukang cuci mobil mencoba menjelaskan.
”Lho, ada sopirnya ta?” Koplo tampak kebingungan.
”Iya, Mas. Mobil itu mau diturunkan dan mobil Sampeyan mau dinaikkan untuk dicuci,” terang tukang cuci mobil itu.
Menyadari duduk persoalannya, meledaklah tawa seisi tempat cucian mobil itu. Tak terkecuali Tom Gembus dan Lady Cempluk yang masih nongkrong di warung. – Kiriman Mahani, Semanggi RT 01/RW 14, Pasar Kliwon, Solo. |
from www.solopos.co.id
Ditulis dalam Jon Koplo Soloraya | Leave a Comment »