| Pagi itu, tepatnya akhir tahun 2006 lalu, seperti biasa Jon Koplo, seorang petani di Kota Makmur Sukoharjo berangkat ke sawah dengan sepeda onthel-nya. Sesampai di sawah, ia segera memarkir sepedanya dan langsung turun ke tengah sawah untuk melakukan aktivitasnya sebagai petani. |
| Panas terik pun mulai terasa menyengat di tubuh Koplo ketika sang mentari sudah mentheleng tepat di atas kepalanya. ”Wah, wis wayahe rolasan…” batin Koplo. Di saat yang bersamaan datanglah Lady Cempluk, isterinya, membawa nasi sak lawuh-nya untuk sang suami tercinta. Merekapun langsung menyikat habis nasi tersebut sambil ngobrol berdua. Setelah selesai rolasan, semangat Koplo pun bangkit kembali. Namun belum sempat nyemplung ke sawah, Koplo teringat sepedanya, ”Wadhuh, pitku kepanasen, bane isih anyar kabeh, mengko yen mbledhos piye?” batinnya. Namun sayang, di sekitar sawah itu tidak ada tempat yang teduh untuk ngeyupke sepedanya. Tiba-tiba pandangan mata Koplo tertumbuk pada tumpukan jerami sisa panen padi yang berada tak jauh dari tempat itu. Koplo pun mendapat ide. Sepedanya ia taruh di atas tumpukan jerami dan menimbunnya dengan jerami tersebut sampai tidak kelihatan. Merasa sepedanya sudah aman dari sengatan matahari, Koplo langsung kembali menggarap sawahnya lagi. Singkat waktu, hari pun menjelang sore, Jon Koplo mentas dari sawah, mencuci kaki, dan langsung berjalan untuk mengambil sepeda onthel-nya. Tapi apa yang terjadi Pembaca? Jon Koplo kaget sak nalika ketika melihat tumpukan jerami yang ia pakai untuk menyambunyikan sepedanya ternyata sudah jadi abu, dibakar oleh seseorang. ”Wadhuuuh, nasib pitku piye?” tanya Koplo pada asap yang keluar dari tumpukan abu tersebut. Setelah abu itu diobrak-abrik Jon Koplo mendapati sepedanya sudah rusak total. Apalagi kedua ban barunya, hangus tanpa sisa. Koplo membawa pulang bangkai sepedanya untuk wadul kepada isterinya. Lady Cempluk cuma bisa gedhek-gedhek. Usut punya usut, ternyata yang membakar jerami tersebut adalah Lady Cempluk sendiri untuk diambil abunya buat pupuk tanaman hias. – Kiriman Eri Supriyanto, Ngaglik RT 03/RW VI, Sidorejo, Bendosari, Sukoharjo. |
from http://www.solopos.co.id



