Jon Koplo, guru sebuah SMP Negeri di daerah Sawit, Boyolali, beberapa waktu lalu mendapat undangan resepsi pernikahan teman seprofesi di Kota Klaten. Lelaki asal Desa Biru, Wonosari, Klaten itu pun berangkat njagong bersama sang isteri tercinta, Gendhuk Nicole, dengan mengendarai sepeda motor.
Ketika akan memasuki Delanggu, ndilalah ada cegatan motor. Awalnya, Koplo yakin bisa lolos dari mokmen itu karena merasa surat-suratnya lengkap. Namun pada saat tangannya meraba saku kantong celana…
”Wadhuh, cilaka…! Dhompetku keri…” batin Koplo kaget. Namun ia sengaja diam tanpa memberitahu isterinya biar tidak panik.
Melihat suasana razia yang untek-untekan, cuaca panas dan panjangnya antrean kendaraan yang akan diperiksa membuat Gendhuk Nicole tidak betah duduk di atas sadel motor. Maka, tanpa minta izin sang suami, ia turun dan bermaksud mencari tempat berteduh. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba… mak wreeenggg…! Nicole mendengar deru sepeda motor suaminya. Dilihatnya sang suami sudah njranthal pergi meninggalkan tempat itu.
”Eh, Pak…! Paaak…! Poaaa…k!” Nicole mbengok sak kayange, tapi teriakan itu tak sampai di kuping Koplo.
”Sampun, Bu. Mangga, pinarak rumiyin. Sekedhap malih Bapak rak enggal rawuh,” ujar salah seorang petugas bernama Tom Gembus sambil menyodorkan kursi kepada Nicole seraya mengajak masuk ke pos polisi. Nicole gelagapan, salah tingkah dan tentu merasa malu karena telah menjadi pusat perhatian banyak orang.
Sementara itu, merasa berhasil ucul dari mokmen, Koplo yang masih memacu motornya itu pun mencoba berbicara kepada isterinya.
”Ra sida kena mokmen, Bune. Lumayan, dari pada mbayar polisi, mending dhuwite nggo jajan,” katanya bangga. Namun setelah berulang kali bicara tak pernah mendapat jawaban, Koplo pun lantas menoleh ke belakang dan… badalaaa…!!! Ternyata, yang diboncengkan tidak ada!
Tak ayal, Koplo segera memutuskan balik kanan untuk mencari isterinya yang kececer di mokmenan tadi.
”Wah, sida kena Tilang tenan, Cah!” gerutu Koplo.
Dan bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya, Saudara-saudara? Sambutan meriah para petugas polisi pun mengiringi kehadiran lakon kita itu. ”Mangga-mangga, Pak, kok sajak badhe mapak keng garwa nggih?” ujar Tom Gembus dengan ramahnya.
Koplo cuma bisa pringas-pringis rupane kecut. – Kiriman Budi Harjanto SH, Jl Tri Busono No 9 Randusari RT 02/RW 16 Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.
from www.solopos.co.id



