Bunuh diri gara-gara SMS Maut dari Nomor 081918836427
Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada Juni 9, 2009
KEDIRI, KOMPAS.com — Dari sejumlah keterangan yang diperoleh, sebelum ditemukan gantung diri, Arif Nurhuda mendapat kiriman SMS misterius dari seseorang yang di HP Arif tertulis dengan inisial WT bernomor 0856557556xx. Diduga, WT adalah pacar Arif yang belum diketahui tempat tinggalnya dan apakah teman satu sekolah atau bukan.
Arif Nurhuda, pelajar kelas II SMK Budi Utomo, Perak, Jombang, ditemukan tewas gantung diri di kebun pohon jati dekat rumahnya di Desa Klampitan, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Minggu (7/6) sore. Anehnya, Arif nekat mengakhiri hidup setelah menerima SMS dari seseorang yang menceritakan aksi bunuh dirinya.
SMS misterius itu diterima WT dari seseorang yang mengaku bernama Kangen, kemudian SMS itu diteruskan oleh WT ke ponsel Arif. Isi SMS yang diperlihatkan kepada wartawan itu kalimatnya cukup membuat merinding.
Namaku Kangen, siswi SMK 4 Jambi. Ku mati bunuh diri, memotong tanganku sendiri. Kulakukan karena aku hamil sama pacarku. Seluruh badanku penuh darah.
Ini nomerku. Dengerin ku bernyanyi, 081918836427. Kalau tak percaya, coba telepon. Kirim SMS ke 18 orang. Kalau gak kirim, aku akan mengganggumu terus selama 18 tahun. Mulai nanti malam dekat pintu, di bawah kasur, di bawah jendela, ku di sisimu pukul 01.08. Ini kisah nyata. Jangan kirim balik.
Nb: Ku udah telepon dan udah ada yang menyanyi.
Isi SMS tersebut dikirim oleh WT kepada Arif tertulis tanggal 7 Juni pukul 12.29 WIB. Berarti SMS itu masuk ke HP Arif ketika Arif sedang shalat zuhur atau setengah jam sebelum Arif meninggalkan rumah dengan membawa sepeda BMX.
Tulisan Nb: Ku udah telepon dan udah ada yang menyanyi belum jelas apakah kalimat itu terusan dari kalimat kiriman Kangen atau kalimat tambahan dari WT setelah mendapat SMS dari orang yang bernama Kangen tersebut.
“Kami masih menyelidiki keterkaitan SMS ini dengan korban,” kata Kapolsek Purwoasri AKP Sartana.
Selain SMS misterius tersebut, WT sudah dua kali mengirim SMS kepada Arif. Salah satunya, WT menegaskan bahwa dirinya ingin balik lagi dengan Arif. Tapi rasa cintanya kepada Arif, seperti tertulis dalam pesannya, sudah tidak lagi utuh 100 persen, hanya 50 persen.
Apakah karena hal ini sehingga Arif nekat mengakhiri hidupnya? AKP Sartana belum berani memastikan. “Saya temukan HP itu di dalam kamar korban. Bisa jadi setelah membaca SMS itu jiwa korban tertekan. Tapi semua masih kami dalami,” katanya. (surya)
www.kompas.com
Ditulis dalam News | Bertanda: bunuh diri, hamil, maut, pacar, sms | Leave a Comment »
Check out Keseimbangan Hidup – Artikel Motivasi dan Cerita Motivasi
Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada Mei 28, 2009
I want you to take a look at: Keseimbangan Hidup – Artikel Motivasi dan Cerita Motivasi
Ditulis dalam Lain-lain | Leave a Comment »
Pesta Maut Itu Terjadi di Kuburan
Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada Mei 20, 2009
SIDOARJO, KOMPAS.com — Maut mencekam pesta ulang tahun yang digelar 11 pemuda Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Selama dua hari mabuk-mabukan, dua di antara mereka tewas, satu kolaps, dan delapan lainnya belum diketahui kondisinya. Kemungkinan juga kritis.
Sebanyak dua korban tewas adalah Sultoni (22) dan Nur Choliq (17). Mereka mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RSU Sidoarjo, Selasa (19/5) dini hari. Di RS yang sama, Udin Hariyanto (22) menjalani perawatan intensif. Ia dalam kondisi kritis.
Pesta maut itu terjadi saat Udin Harianto (22) merayakan ulang tahun dengan pesta miras di pemakaman umum desa, Sabtu (16/5) sejak pukul 13.00 hingga 23.00. Selain Udin, hadir Sultoni, Nur Choliq, Kiwo, Rawi, Fredi, Ateng, Yanto, dan Yuli. Penyandang dana adalah Udin yang baru pulang dari Jakarta.
Dengan dana Rp 600.000, mereka mengoplos puluhan botol miras bermerek Topi Miring dengan berbagai minuman ringan. Mereka minum sepuas-puasnya hingga teler. Seusai pesta, mereka menyingkirkan botol-botol minuman itu.
Rupanya, pesta selama 10 jam belum memuaskan hasrat mereka untuk menyiksa diri. Minggu (17/5), Udin masih mengajak lagi Nur Choliq dan Sultoni pesta miras dengan sembilan temannya. Ada dua anggota baru dalam pesta kali ini, yakni Dedi dan Sueb. Pesta babak dua ini berlangsung mulai pukul 13.00 hingga pukul 24.00 di lokasi sama.
Puaslah mereka. Pesta usai, mereka pulang ke rumah masing-masing. Nah, baru Senin (18/5) sekitar pukul 10.00, Sultoni mengeluh kepala pusing dan perut mual hendak muntah. Khawatir terjadi sesuatu, pihak keluarga membawanya ke RSU Sidoarjo. Ternyata, tak lama kemudian, Nur Choliq juga menyusul ke RSU Sidoarjo dengan keluhan serupa. Setelah menjalani perawatan selama beberapa jam, mereka meninggal.
Udin yang jadi promotor pesta tak mau ketinggalan. Ia menyusul ke RSU dan sampai kemarin masih dirawat di Sidoarjo dengan keluhan sama. Kini, ia dirawat intensif. Adapun delapan orang lainnya belum diketahui kondisinya. Diperkirakan, mereka juga dalam keadaan kritis, Selasa dini hari.
Korban Nur Choliq mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 02.00 disusul satu jam kemudian oleh Sultoni. Ketika dirawat, tubuh mereka kejang-kejang. Suhu badan tinggi dan muntah-muntah. Diduga, mereka terlalu banyak menenggak miras.
Orangtua Nur Choliq, Slamet (70), Kepada Petugas di Polsek Candi, mengatakan bahwa anaknya tidak pernah pulang pagi atau tengah malam. “Sore hari sudah di rumah. Namun, beberapa hari terakhir ini dia pulang pagi. Tak tahu apa yang dikerjakan di luar rumah,” ungkapnya dengan nada lesu.
Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Victor Mackbun menjelaskan, dua korban tewas akibat keracunan miras. Diperkirakan, miras yang dioplos dengan berbagai merek itu sangat membahayakan kesehatan. “Dugaan sementara akibat keracunan miras saja. Kalau Udin sudah sembuh akan kami periksa untuk mengetahui jumlah miras yang dikonsumsi,” tuturnya.
>>Mengenaskan, Masih saja ada yang seneng menyiksa diri<<
www.kompas.com
Ditulis dalam News | Bertanda: mabuk, mati, pesta miras, racun, seks, video, video porno | Leave a Comment »
Tersangka Pembunuh Nasrudin Mengaku Disetrum
Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada Mei 6, 2009
JAKARTA, KOMPAS.com – Tim pengacara dari lima tersangka yang diduga sebagai eksekutor pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen meminta aksesnya tidak ditutup terhadap kelima kliennya.
“Hingga saat ini, kami baru sekali bertemu dengan klien kami pada Jumat (1/5) lalu. Itu pun hanya beberapa menit saja, sehingga ada kesan, akses kami kepada klien berusaha ditutup,” kata salah seorang kuasa hukum lima tersangka, BMS Situmorang di Jakarta, Rabu (6/5).
Berkaitan dengan hal tersebut, Situmorang meminta kepada Mapolda Metro Jaya agar mengizinkan kuasa hukum lima tersangka bertemu dengan kliennya. Alasannya, agar bisa mengetahui kondisi fisik dan mental kliennya selama masa penahanan.
Hal itu dinilai penting, lanjutnya, karena berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang dari lima tersangka kasus pembunuhan Dirut PT PRB yang berinisial E, mereka sempat mendapatkan penyiksaan fisik dengan disetrum listrik sebelum dibawa ke Mapolda Metro Jaya.
“Dari keterangan itu, kami menduga jika kepolisian sengaja menghalangi kami bertemu dengan klien kami. Mungkin saja jejak penyiksaan itu ditunggu hilang baru kami dipertemukan,” katanya.
Mengenai keluarga dari lima tersangka masing-masing berinisial EN, DD, HS, SV dan HK, ia mengatakan, hingga saat ini juga belum diberi akses menjenguk kelima tersangka.
Situmorang juga mempertanyakan sikap kepolisian yang selalu berlindung dibalik alasan, kasus itu difokuskan dulu kepada tersangka Antasari Azhar yang berstatus nonaktif sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga pemeriksaan kelima kliennya belum dilanjutkan.
“Kalau pemeriksaan itu dilanjutkan, tentu pihak kepolisian menghubungi kami terlebih dahulu karena akan mendampingi mereka. Namun hingga kini belum ada pemberitahuan, termasuk apakah berita acara pidana (BAP) kelima tersangka sudah dinyatakan rampung atau belum,” ujarnya.
Ditulis dalam News | Bertanda: antasari azhar, kpk, pembunuhan, rani, tersangka | 1 Komentar »
Presiden Segera Berhentikan Antasari
Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada Mei 5, 2009
JIMBARAN, KOMPAS.com — Juru bicara presiden Andi Malarangeng mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan segera mengeluarkan Keppres pemberhentian sementara Ketua KPK Antasari Azhar yang kini menjadi tersangka kasus pembunuhan.
“Kita masih menunggu surat Kapolri atau KPK. Jika sudah diterima, Presiden akan menjalankan ketentuan seperti ditetapkan UU. Kalau tersangka diberhentikan sementara, kalau terdakwa atau bersalah diberhentikan secara tetap,” kata Andi di sela-sela kegiatan mendampingi Presiden di Jimbaran, Selasa (5/5).
Menurutnya, surat pemberitahuan resmi mengenai status tersangka Antasari bisa berasal dari kepolisian atau juga dari KPK yang menyatakan ketuanya sudah berstatus tersangka sehingga Presiden harus mengeluarkan tindakan pemberhentian sementara.
Mengenai informasi yang menyatakan kasus ini merupakan konspirasi politik untuk “menggoyang” Presiden Yudhoyono, Andi mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. “Bagi kami, kita serahkan kepada polisi secara profesional dan adil. Ungkapkan dan tuntaskan semua yang terlibat, jangan dikaitkan dengan politik, hukum ya hukum. Ungkap sesuai bukti-buktinya. Silakan polisi tuntaskan, dalam proses pengadilan semua akan terlihat,” katanya.
Antasari ditahan Kepolisian Daerah Metro Jaya, Senin (4/5), karena menjadi salah satu tersangka kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.
Ditulis dalam News | Bertanda: antasari, kompas, kpk, pembunuhan, rani, SBY | Leave a Comment »
Facebook Say No to Mega Closed
Ditulis oleh d3nba6u53 di/pada April 7, 2009
Hari ini aku rasa penasaranku menjadi bertambah, berapa sih kira-kira jumlah pendukungnya (grup facebook ini). Hari ini aku sangat berharap sekali pengunjungnya sampai > 100rbu, jadi daripada penasaran langung saja tancap menuju TKP. Ternyata waktu di load kok redirect ke page-ku sendiri, kenapa ya? Coba lagi beberapa saat, ternyata sama saja. Wah sepertinya bener neh grup-nya ditutup. Akhirnya googling deh, setelah browsing kesana-kemari nemuin blognya pak Ryoseba, disitu ada yang komentar “Di jam 9 malam tadi gw cek sih dah nembus di angka 91.000 gitu tapi skarang Grup Say “NO!!!” to Megawati kayaknya dah di tutup ga bisa dibuka lagi.“
Yah gagal deh lihat jumlah yang fantastis. Kenapa ya ditutup? Pendukung Mega Marah ya? Kalau iya, Ehm tenryata, dijelek-jelekkan itu gak enak dan bikin marah, tapi kenapa suka menjelek-jelekkan orang lain ya? Au ah …. namanya juga Politik.
Ditulis dalam Lain-lain | Bertanda: facebook, kampanye, megawati, pdip, pemilu, say no to mega, tutup | 1 Komentar »





